Pertimbangkan Ini Sebelum Nambah Cicilan di Tengah Pandemi
0 Comments

Yakin mau nambah cicilan di tengah pandemi? Jangan buru-buru, sebaiknya baca ini dulu.

Seperti yang kita tahu, wabah virus Corona sangat berimbas pada kondisi perekonomian di Indonesia dan negara-negara lain di dunia. Bahkan, dikutip dari Kontan, Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani memprediksi jika kondisi ini terus berlanjut hingga lebih dari Juni 2020, maka skenario terburuknya ekonomi Indonesia akan merosot ke angka minus 0,4%. Meskipun demikian, pemerintah tetap berupaya agar tetap bertahan setidaknya di level 2,3%.

Sejak imbauan dari pemerintah untuk melakukan berbagai kegiatan dari rumah diberlakukan, saat itu pula perlahan-lahan kondisi ekonomi mulai merosot. Orang-orang yang mencari nafkah dan pendapatan harian, pelaku bisnis di sektor rill dan para pekerjanya, maskapai penerbangan, hingga travel dan pariwisata mungkin jadi yang paling kena imbas dari wabah ini. Belum ditambah dengan rupiah yang turut anjlok dan indeks bursa saham yang merosot.

Berkaca dari kondisi ini, jika kita masih memiliki pekerjaan dan penghasilan yang memadai, sangat dianjurkan untuk berhemat ketat dan mengatur ulang prioritas hingga pandemi berakhir. Bukan hanya tidak keluar jika tidak ada kepentingan mendesak, tapi juga menunda atau bahkan menyetop aktivitas konsumtif yang tidak perlu. Apalagi yang terkait dengan cicilan. Meski sekarang sudah jamannya fintech yang menawarkan cicilan cepat berbunga rendah seperti Kredivo, bukan berarti cicilan dapat diambil semaunya lho. Yuk, pertimbangkan ini dulu.

Pekerjaan dan penghasilan

Mengambil cicilan baru berarti harus komit juga dengan pembayaran cicilannya. Ini artinya, ada beban baru dalam anggaran keuangan. Menambah beban keuangan idealnya harus dibarengi dengan kondisi pekerjaan dan penghasilan yang stabil. Jika tidak, maka risiko terjadi kredit macet bisa mengintai. Di tengah pandemi seperti sekarang, yuk coba evaluasi lagi, apakah pekerjaan dan penghasilanmu cukup stabil untuk ditambahkan beban cicilan baru?

Tujuan cicilan & urgensinya

Dilihat dari prioritas dan kadar urgensinya, cicilan bisa dibilang bukan termasuk hal penting. Kecuali, yang diambil adalah pinjaman tunai untuk kebutuhan mendesak seperti rumah sakit atau biaya pendidikan di tahun ajaran baru yang sebentar lagi tiba. Sebaiknya, buang jauh-jauh pikiran untuk mengambil cicilan baru jika tujuannya untuk kebutuhan konsumtif seperti mengambil gadget atau alat elektronik baru. Apalagi di tengah pandemi saat ini.

Kalaupun dibutuhkan dan sifatnya penting, misalnya mesin cuci atau hp untuk mendukung pekerjaan utama, kamu perlu memilih fasilitas cicilan yang berbunga rendah agar angsurannya ringan. Kalau punya kartu kredit, jangan lupa cari informasi mengenai program cicilan 0% supaya cicilan jadi makin ringan dan menguntungkan.

Buat yang nggak punya kartu kredit tapi mau mengajukan cicilan barang, ada fintech kredit online seperti Kredivo yang bisa dijadikan alternatif. Daripada susah-susah daftar dan ngajuin kartu kredit, lebih baik download aplikasi Kredivo di Google Play Store atau App Store, lalu daftar. Limit maksimalnya bisa sampai Rp 30 juta, lho! Dengan bunga hanya 2,95% per bulan, Kredivo menawarkan opsi cicilan tenor 3, 6, atau 12 bulan, dengan minimum transaksi sebesar Rp 1 juta di merchant rekanan. Ada Shopee, Lazada, Tokopedia, Bukalapak, dan 250+ merchant lainnya yang saat ini telah bermitra dengan Kredivo.

Cicilan yang masih berjalan

Eits, jangan buru-buru. Sebelum itu, pertimbangkan juga banyaknya cicilan yang saat ini masih dimiliki. Kalau totalnya sudah memakan 30% dari penghasilan, maka jangan menambah cicilan baru supaya kondisi keuangan tetap sehat. Kalau masih di bawah 30%, perhitungkan juga berapa besaran angsuran maksimal yang bisa dibayarkan kalau mengambil cicilan baru. Ini agar jumlahnya tidak melebihi 30% total penghasilan. Hati-hati juga, sebab memiliki banyak cicilan berjalan dalam waktu bersamaan bisa membuat skor kredit jadi menurun, lho.

Alternatif lain pengganti cicilan

Selain mengambil kredit, adakah alternatif lain yang bisa dijadikan pengganti? Misalnya, kalau HP rusak dan butuh diganti yang baru demi pekerjaan, bisakah sementara diservis lebih dulu agar bisa digunakan lagi? Contoh lain, kalau butuh uang untuk kebutuhan tertentu, adakah barang-barang berharga di rumah yang bisa dijual atau digadai sementara untuk menutup kebutuhan tersebut? Selain nggak perlu terbebani dengan cicilan baru, kamu juga bisa memanfaatkan dan menyimpan uang untuk kebutuhan lain yang lebih penting selama pandemi.

Lembaga pemberi cicilan

Kondisi ekonomi yang menurun jelas juga berdampak pada sektor jasa keuangan, terutama lembaga atau perusahaan leasing dan multifinansial. Pasalnya, banyak orang yang terpaksa harus menunggak dan merestrukturisasi kredit di tengah krisis seperti sekarang. Nah, sebagai salah satu cara agar menjaga perusahaan tetap bertahan, perusahaan leasing dan pemberi kredit umumnya jadi lebih ketat dalam menyeleksi aplikasi kredit yang masuk. Kalau aplikasimu ditolak oleh lembaga/perusahaan multifinansial terkait, otomatis cicilan jadi batal, toh?